[The Tasting Note] :: Kimchi super simple
[The Tasting Note] :: Kimchi super simple
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Kimchi selalu terasa lebih dari sekadar sayur asam?
Bagi masyarakat Korea, ia adalah filosofi Eum-Yang—keseimbangan antara sawi yang "dingin" dan cabai yang "hangat".
Di Indonesia, semangat ini selaras dengan Sayur Asin atau Asinan kita; sebuah produk kesabaran dan gotong royong yang lahir dari kearifan lokal untuk menjaga ketahanan pangan melalui proses alami yang jujur.
Kabar baiknya, Anda bisa menciptakannya sendiri di rumah!
Lupakan proses yang rumit. Resep ini adalah tentang kesederhanaan. Cukup dengan sawi putih segar, sentuhan jahe yang tajam, dan aroma minyak wijen yang hangat. Anda hanya butuh 1-2 jam untuk penggaraman, dan biarkan waktu yang bekerja semalaman untuk mengubahnya menjadi mahakarya yang juicy dan penuh umami.
Bahan Utama (Per 500gr Sawi):
1 ikat Sawi Putih (potong 3-5 cm)
2 sdm Garam
Bawang Bombay (iris tipis)
Daun bawang (potong 3cm)
Bumbu Pasta:
1 sdm Bawang putih cincang
1 sdm Jahe segar (parut)
1-3 sdm Bubuk cabai Korea (Gochugaru) atau bisa juga Boncabe
2 sdm Kecap ikan (Jangan pakai kecap asin)
1 sdm Minyak wijen
1 sdt Gula
Cara Membuat:
Garam: Lumuri potongan sawi dengan garam secara merata. Tutup dan simpan di kulkas selama 1-2 jam.
Bilas: Cicipi sawi. Jika terlalu asin, bilas air dingin sekali lalu tiriskan hingga benar-benar kering.
Campur: Aduk semua bahan pasta di mangkuk hingga kental. Campurkan ke sawi. Campurkan juga daun bawang, dan bawang bombay, aduk menggunakan tangan hingga rata.
Simpan: Masukkan ke toples kedap udara. Diamkan semalaman di suhu ruang untuk proses fermentasi, lalu masukkan ke kulkas.
Bisa langsung dimakan segar sebagai salad, atau tunggu 1 minggu jika lebih suka rasa asam fermentasi yang tajam.
Jika Anda harus memilih, Anda lebih suka Kimchi yang baru dibuat (masih renyah) atau Kimchi yang sudah terfermentasi berbulan-bulan (asam dan tajam)?
#DailyDoseOfRandom
#TheTastingNote
#ResepSimple
#KimchiHomemade
Comments
Post a Comment