[The Reading Room] :: Sejauh Mana Kawat Berduri Bisa Memisahkan Kemanusiaan?

[The Reading Room] :: Sejauh Mana Kawat Berduri Bisa Memisahkan Kemanusiaan?


Ada buku yang kita baca untuk belajar sejarah, dan ada buku yang kita baca untuk belajar menjadi manusia. "The Boy in the Striped Pyjamas" karya John Boyne adalah jenis yang kedua.

Kisah ini membawa kita ke tahun 1940-an melalui mata Bruno, seorang anak lelaki berusia 9 tahun yang harus pindah ke sebuah tempat asing bernama "Out-with" (Auschwitz). Dari jendela kamarnya, Bruno melihat ribuan orang di kejauhan yang semuanya mengenakan "piyama bergaris".

Ada momen yg paling membekas ketika Bruno berjalan menyusuri pagar kawat berduri yang tak berujung, hingga ia berjumpa dengan seorang anak lelaki bernama Shmuel.

Bayangkan dua anak kecil duduk bersila, dipisahkan oleh pagar kawat berduri. Shmuel yang kurus kering dengan kepala plontos, dan Bruno yang bersih serta berpakaian rapi. Shmuel menceritakan betapa ia merindukan keluarganya, sementara Bruno bercerita betapa ia bosan di rumah barunya.

Dalam ketidaktahuan mereka, sebuah persahabatan tulus tumbuh. "Mengapa kalian semua memakai piyama bergaris?" tanya Bruno polos. Ia tidak tahu bahwa piyama itu adalah simbol penderitaan, sementara seragam ayahnya adalah simbol penindasan.

Puncak emosional buku ini terjadi saat Bruno memutuskan untuk menyusup ke balik pagar guna membantu Shmuel mencari ayahnya yang hilang. Ia menanggalkan pakaian "orang bebasnya" dan mengenakan piyama bergaris pemberian Shmuel agar terlihat sama.

Saat mereka terjebak dalam barisan yang digiring menuju ruang gelap, di tengah ketakutan dan kekacauan, Bruno menggenggam erat tangan Shmuel dan berkata, "Kamu adalah sahabat terbaikku, Shmuel. Sahabat terbaikku seumur hidup."
Genggaman tangan itu adalah simbol terakhir dari kemanusiaan yang tersisa di tempat yang paling tidak manusiawi.

Membaca buku ini seperti bercermin pada sisi gelap sejarah sekaligus sisi terang kemanusiaan.
Pesan yang ditinggalkan buku ini sangat penting:

"Kebencian adalah sesuatu yang dipelajari, namun kasih sayang adalah sesuatu yang kita miliki sejak lahir."


#TheReadingRoom #TheBoyInTheStripedPyjamas #JohnBoyne #RekomendasiBuku #HistoricalFiction #Empati #LiterasiIndonesia

Comments

Popular posts from this blog

[The Daily Brew] :: Sunday Reset 22 Mar 2026

[The Daily Brew] :: Rahasia Menghadapi Orang 'Sulit' Tanpa Harus Emosi

[The Daily Brew] :: AI Terlalu Bebas? Mengenal Sisi Gelap di Balik Kecanggihannya